04 April 2011

Dagelan Gedung Baru DPR

"Ini cuma orang-orang yang elite yang paham yang bisa membahas ini, rakyat biasa nggak bisa dibawa. Kalau rakyat biasa dibawa memikirkan bagaimana perbaikian sistem, bagaimana perbaikan organisasi, bagaimana perbaikan infrastruktur, rakyat biasa pusing pikirannya,"
Kutipan diatas saya ambil dari Detik.com yang isinya adalah tentang pernyataan Marzuki Alie(Ketua DPR-RI) yang berkaitan dengan rencana pembangunan gedung baru untuk Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan sana. Pernyataan itu dilontarkan setelah Marzuki Alie menolak diadakannya survei untuk mengetahui respons masyarakat soal pembangunan gedung baru Pada Jumat (1/4/11) malam lalu. Saya sebagai rakyat biasa yang kebetulan juga seorang mahasiswa merasa kecewa dan kesal dengan pernyataan orang pintar itu.

Pernyataannya itu seakan menganggap posisi rakyat biasa itu tidak penting dalam perbaikan negara ini. Padahal dia yang notabene dipilih oleh rakyat seharusnya bisa mengertikan aspirasi "pemilihnya" dan tidak mendukung pembangunan gedung dengan dalih perbaikan sistem dan organisasi (Emangnya perbaikan sistem itu harus dengan gedung baru?). Sebab saya yakin rakyat tidak setuju dengan pembangunan gedung baru DPR yang nilainya mencapai 1 triliun lebih itu,sedangkan masih banyak rakyat Indonesia yang hidupnya susah,tidak punya rumah,kelaparan,tidak punya biaya untuk mengenyam pendidikan,tidak punya biaya untuk berobat ke Rumah Sakit dan banyak lagi aneka kesusahan lainnya.

Mereka,wakil rakyat yang menyetujui juga beralasan bahwa pembangunan gedung baru ini karena gedung lama sudah tidak muat dan memadai lagi untuk ditempati para wakil rakyat. Tapi hal itu dipatahkan oleh sebuah lembaga masyarakat yang bernama Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) membantah alasan tersebut dan menyebut masih banyak ruang kosong di DPR. Melalui detikcom,koorinator Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Skykhadafi di Bakoel Koffie Cikini pada hari Minggu (3/4/2010) mengatakan bahwa gedung DPR yang sekarang sebenarnya masih cukup,bahkan ada anggota DPR yang punya dua ruangan.


Pembangunan gedung baru yang super megah itu sebenarnya etis saja jika kondisi rakyat di negeri ini sejahtera, tapi sangat tidak beradab jika mereka mendukung pembangunan gedung baru ini ditengah-tengah rakyat yang banyak menderita. Apalagi kinerja wakil rakyat masih mengecewakan. Tidur waktu sidang soal kepentingan rakyat hanyalah satu dari sekian keburukan kinerja mereka.

Saya sempat membayangkan bagaimana jadinya jika uang 1 triliun lebih itu digunakan untuk membangun rumah sederhana untuk rakyat miskin yang homeless agar mereka tidak lagi tidur dikolong jembatan,teras ruko,jembatan penyebrangan,terminal dan taman kota. Pasti akan lebih banyak rakyat yang terbantu. Atau bagaimana jika uang 1 triliun lebih itu digunakan untuk memberi pendidikan yang (benar-benar) gratis kepada anak-anak jalanan. Pasti pendidikan nantinya akan membantu mereka berfikir lebih maju dan membuang jauh mangkuk yang biasa digunakannya untuk mengemis karna malu,lalu kemudian mencari pekerjaan lain yang dihargai. Gimana menurut kalian?

0 Komentar:

Posting Komentar

Komentarmu Menunjukan Kualitasmu di Dunia Maya (^_^)

Sandy Corat-coret! © 2012 | Created by Sandy A. | Powered by Blogger.com