12 Agustus 2011

The Power of ''Cuk!''

Cak cuk cak cuk!
Haha..dijawa sana mungkin itu konotasi negatif. Namun gak juga di kelas yang tiga tahun terakhir saya huni(PCE-08-05). Entah kapan awalnya,satu sama lain memanggil dengan ''cuk!''. Bahkan kata itu sering dipakai ketimbang nama yg dipanggil. itulah kata yang cukup berperan membangun dan menjaga keakraban kami. Pinjem flasdisk Cuk!,Makan dimana ni Cuk!, Cuk! Ntar malem futsal, ada film baru gak Cuk!, Liat tugas loe dong cuk!. Begitulah kira 2 ''Cuk!'' dipakai khususnya oleh teman2 pria di kelas saya tadi.

Tapi sepertinya tak lama lagi kata ''Cuk!'' akan jarang didengar secara langsung saat sedang nongkrong bareng. Mengapa? Ya,sebab ini adalah tahun terakhir kami bersama. Kebanyakan diantara kami akan segera lulus kuliah dan melanjutkan perjuangan dengan atmosfir yang berbeda (caile bahasanya). Yabegitulah...Cak cuk cak cuk! Mungkin cm bisa ditemukan lewat sms,facebook or twitter.

Meskipun bakal terpisah jauh,saya berharap yang namanya komunikasi antara kami tetap terjaga. Dengan atau tanpa ''Cuk!''.Selamat melanjutkan perjuangan Cuk-wan dan Cuk-wati di kelas PCE-08-05...Jangan sampe gak sukses!

3 Komentar:

  1. trus kalo disana 'cuk'nya artinya apa donk???

    BalasHapus
  2. saya juga gak tau pasti artinya CUK disini. hmpir ky panggilan sayang mungkin ya..hehe

    BalasHapus
  3. CUK = Cayang Untuk Kamuh...

    Hahahaha... :D

    BalasHapus

Komentarmu Menunjukan Kualitasmu di Dunia Maya (^_^)

Sandy Corat-coret! © 2012 | Created by Sandy A. | Powered by Blogger.com