31 Juli 2013

[Dialog] Konferensi Binatang

Di bawah pohon Ulin siang ini terlihat ramai, binatang yang hadir sedang seru-serunya membahas Manusia yang selalu mengejar dan merampas apa saja dari mereka.

"Populasi kami semakin sedikit!" teriak Badak dan Gajah bersamaan.

"Mereka mencabut Cula kami!" lanjut Badak.

"Kami di tembaki hingga setengah mati, setelahnya Gading kami juga di cabutnya!" timpal Gajah.

"Mereka memukuli kami," Monyet menangis,"Di bawah terik Matahari kami mereka paksa menari-nari, memakai topeng, naik Egrang dan sebentuk Motor yang mereka buat dari kayu, mereka menarik-narik rantai di leher kami agar kami punguti kertas dan koin yang dilemparkan dari atas kendaraan, jika kami lelah, mereka memberi kami obat penambah tenaga yang seharusnya hanya untuk manusia."

Selanjutnya giliran Cendrawasih yang berbicara.

"Mereka mengambil bulu kami yang indah, mereka jadikan hiasan di rumah-rumah, tinggal sedikit dari kami yang tersisa, andai mereka paham bahasa kami, tentu kami akan sampaikan jikala kami lebih suka menghiasi Nusantara ini ketimbang dinding-dinding rumah mereka," Cendrawasih diam sejenak, "Di perjalananku ke sini tadi aku melihat Hiu terdampar di Pantai, sirip-siripnya tak lagi melekat di badannya, Hiu terisak dan mengatakan padaku bahwa Manusia akan mendapatkan uang banyak dengan membuat Siripnya menjadi Sup,"

Cendrawasih terus melanjutkan ceritanya,

"Aku juga melihat Lumba-lumba yang terbalut oleh karung-karung basah di dalam sebuah Truk, tubuhnya di olesi Mentega agar tetap lembab, agar tetap hidup dan dipertontonkan pada Manusia lainnya di pertunjukan Sirkus keliling, aku melihat air matanya, itu bukan tempat seharusnya ia berada."

"Raaarrrr...." Harimau Sumatra yang baru tiba kemudian berkata, "Taring kami mereka ambil! Kuku kami mereka cabuti! Bahkan kami tidak meninggalkan belang bila mati, kami dikuliti, mereka menjadikan bagian-bagian tubuh kami sebagai perhiasan, ada juga yang menjadikannya Jimat! Aku tidak mau punah seperti saudaraku Harimau Bali dan Harimau Jawa!" Harimau Sumatra pun menitikan air mata.

"Ya! Mereka juga memburu kami dan menjadikan tanduk kami Perhiasan di rumahnya!" teriak Rusa.

"Kami dianggap Hama, kami dibantai!" Orang Utan dengan lantang.

"Telur kami mereka curi!" Kata burung Maleo.

DUAARRRR!!!

Terdengar suara peluru yang dilontarkan dari senapan,

"Manusia?!"
"Manusia datang! lari semuanya! Selamatkan diri kalian dari Mahluk serakah itu!!!" intruksi dari Monyet.

DUAARRRR!!!
suara tembakan kembali terdengar.

Gajah dan Badak berlari sekencang-kencangnya, Harimau Sumatra juga berlari ke arah yang berbeda, Monyet bergelantungan kabur melalui ranting-ranting pohon sekuat tenaga, burung Maleo bergegas pergi ke arah Utara, Semua yang hadir pada Konferensi itu bergegas pergi sekuat tenaga, tunggang-langgang menyelamatkan diri.

DUAARRRR!!!


Cendrawasih yang terbang menyaksikan nasip seekor Beruang Madu yang tergeletak di semak-semak dengan luka tembak di perut dan kakinya. Cendrawasih merasakan kesedihan yang menimpa seekor Mamalia di bawah sana.

"Tanpa kau sempat menyampaikan keluh-kesahmu kepada kami tadi, kami sudah mengerti teman binatangku, mereka pikir hanya merekalah yang berhak hinggap di Bumi yang Tuhan ciptakan ini." Cendrawasih dengan lirih, dan berlalu pergi menyelamatkan diri.

3 Komentar:

  1. Kereeeenn san tulisannya...
    Miris emang ngeliat binatang-binatang yang diperlakakukan seperti itu. Sebagian manusia serakah yang hanya memikirkan keuntungan, tapi seluruh manusia, bahkan seluruh alam yang menanggung akibatnya. Karena dampaknya belum terasa, makannya masih pada bersikap masa bodo. Coba nanti kalo udah kerasa, mereka baru akan berlomba-lomba buat perbaiki. Padahal semuanya juga tau, memperbaiki yang udah rusak itu lebih sulit dibandingkan menjaga T.T

    BalasHapus
  2. :(((((( manusia emang mahanya ego dan kerakusan...

    BalasHapus
  3. save animal hehehehehhe salam BW

    BalasHapus

Komentarmu Menunjukan Kualitasmu di Dunia Maya (^_^)

Sandy Corat-coret! © 2012 | Created by Sandy A. | Powered by Blogger.com