12 Oktober 2012

Selamatkan Indonesia dari Asap Rokok!

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.
Sepertinya peringatan yang tertulis dengan jelas di setiap bungkus rokok itu tidak membuat perokok berhenti untuk terus merokok bahkan sepertinya jumlah perokok semakin meningkat saja di Indonesia. Ditinjau dari segi kesehatan rokok jelas tidak baik bagi kesehatan, tapi umumnya perokok selalu punya alasan: "Ah, buktinya ada juga orang yang kena kanker padahal dia gak ngerokok! lagian kalo rokok gak baik buat kesehatan kenapa gak ditutup aja pabriknya sama Pemerintah?!" seakan kalimat itu bisa membebaskan tubuhnya dari ancaman rokok yang mereka anggap nikmat itu, meskipun menurut saya tidak sedikit juga dari mereka yang sebenarnya ingin berhenti merokok namun mengalami kesulitan karna adanya zat adiktif yang terkandung dalam rokok yang membuat mereka merasa pusing jika tidak menghisap rokok.

Industri rokok memang banyak menyerap tenaga kerja, mulai dari petani tembakau hingga yang bekerja di pabrik rokok. Pemerintah pun konon mendapatkan income yang besar dari Industri ini, mungkin itu juga yang menyebabkan petinggi Negara ini kurang tegas dalam membuat peraturan yang bisa mengurangi dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai resiko kesehatan yang diakibatkan oleh rokok.
Saya tercengang ketika membaca sebuah artikel dari VOA Indonesia yang menyatakan bahwa Perokok Anak di Bawah 10 tahun di Indonesia mencapai 239.000 orang. Bahkan disebutkan juga bahwa jumlah perokok anak antara usia 10 hingga 14 tahun mencapai 1,2 juta orang. Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan "Kita sudah diklaim sebagai baby smoker di Indonesia. Baby smoker itu menakutkan, tidak ada itu di Tiongkok. Tiongkok merupakan negara nomor satu dalam konsumsi rokok," ia juga menyebutkan bahwa pemerintah tidak mengeluarkan regulasi untuk mengendalikan iklan rokok padahal pemerintah punya kewajiban untuk memelihara kesehatan masyarakat.

Dari segi bisnis, menurut saya target pasar terbesar dari idustri rokok di Indonesia memang adalah pada anak usia remaja, mereka memang sasaran empuk untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang. Kita semua tahu bahwa rokok mengandung Nikotin yang merupakan zat adiktif yang membuat perokok menjadi ketergantungan dan merasa tidak nyaman tanpa rokok. Logikanya, ketika mulai menjadi perokok aktif saat remaja, anda akan ketergantungan dan akan terus membeli rokok sampai anda tua dan meninggal (Jika tidak berusaha berhenti) dan Itulah yang akan membuat pengusaha di Industri ini kaya raya di Negara ini, apalagi regulasi tentang tembakau di negara ini juga sering terkesan dipermainkan, seperti pernah terjadi hilangnya Ayat (2) Pasal 113 tentang tembakau sebagai zat adiktif, dll.

Menghilangkan kebiasaan merokok memang bukan perkara mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dihentikan. Saya sendiri pernah menjadi seorang perokok, bahkan ketika saya menghisap rokok saya dengan sadar mengetahui bahwa ada bahaya yang sedang mengintai tubuh saya sendiri. Namun saya sangat tidak ingin melihat anak-anak saya nantinya menjadi perokok, hal tersebut yang memotivasi saya untuk memutuskan tidak lagi merokok dan saya berhasil. Sering juga dibahas dan diperdebatkan apakah rokok itu Halal atau Haram ya?, sebagai muslim saya hanya berpegang pada ayat berikut :

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik (thoyib) dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah:168)

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah bahaya rokok yang jelas tertulis di bungkusnya Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin itu termasuk dalam golongan yang thoyib (baik) untuk diri anda?

Jika membaca artikel yang saya dapat dari VOA Indonesia : Mahasiswa UGM Adakan Gerakan Rumah Bebas Asap Rokok, ternyata lebih dari 88 persen laki-laki merokok di dalam rumah, di mana terdapat perempuan dan anak-anak. Padahal, asap rokok yang dibuang di dalam rumah akan tersebar selama 4-6 jam dalam ruangan dan berdampak buruk bagi kesehatan anggota keluarga. Memang tidak bisa dipungkiri lagi jika jumlah perokok didominasi oleh pria, dan sangat disayangkan bila kebiasaan merokok yang mereka lakukan tersebut juga ikut membahayakan orang lain yang bukan perokok (seperti anak dan istrinya).

Pemerintah seharusnya tidak lagi berpandangan sempit dengan menganggap bahwa industri rokok adalah salah satu penyumbang devisa yang besar di Indonesia. Mungkin secara nominal iya, tapi cobalah pikirkan kerusakan yang disebabkan olehnya. Saat ini di Indonesia ada lebih dari 60 juta perokok dan 70 persen di antaranya berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Bagaimana mungkin kemiskinan akan bisa diatasi jika masyarakat berpendapatan rendah banyak membelanjakan uangnya untuk rokok, Belum lagi bahaya yang mengintai perokok usia remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Devisa yang industri rokok berikan kepada negara tidak akan pernah sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan di Indonesia akibat rokok. Seharusnya pemerintah membuat regulasi tegas yang dapat mempersempit ruang gerak industri rokok itu sendiri, tidak perlu takut akan kekurangan pendapatan negara dari industri rokok! saya yakin rakyat Indonesia lebih produktif tanpa rokok.

Sudah semestinya kita pribadi memikirkan kesehatan tubuh kita sendiri untuk tidak merokok atau berusaha untuk berhenti merokok. Khusus perokok dari kalangan keluarga miskin terutama kepala rumah tangga yang perokok, janganlah egois dengan lebih memilih menghabiskan uang untuk sebuah kenikmatan semu dari asap untuk diri sendiri, alangkah lebih bijaksana dan bertanggung jawabnya jika uang yang dicari dengan susah payah itu dibelanjakan kebutuhan lain untuk anak dan istri yang memang seharusnya dinafkahi. Bayangkan jika uang Rp. 10.000,- yang biasa anda belikan rokok itu dibelanjakan untuk membeli sayuran dan beberapa butir telur yang bisa menambah gizi anak-anak anda. Untuk menyelesaikan masalah bahaya rokok memang diperlukan partisipasi berbagai pihak, akan lebih baik jika Perokok, Masyarakat non-perokok dan Pemerintah sama-sama bergerak untuk menyelamatkan Indonesia dari asap rokok.

sumber gambar :

13 Komentar:

Komentarmu Menunjukan Kualitasmu di Dunia Maya (^_^)

Sandy Corat-coret! © 2012 | Created by Sandy A. | Powered by Blogger.com