Berhentilah memandangku seindah itu
Aku bisa bisu...
Berhentilah tersenyum semanis itu
Aku bisa buta...
Berhentilah tertawa semenarik itu
Aku bisa tuli...
Berhentilah memukulku semanja itu
Aku bisa gila...
Berhentilah membuatku terpana saat kau bicara
Tak sanggup ku lawan hebatnya Tuhan lewatmu
Yang mengisi celah dalam hatiku
Perlahan...dengan tingkahmu
Showing posts with label Barisan Puisi. Show all posts
Showing posts with label Barisan Puisi. Show all posts
13 December 2013
17 October 2013
Malam Teduh
Malam Teduh
terbaur dengan bulan dan bualan
melayang bak layang-layang tenang
berjuang melawan berlapis awan
berjuang agar bisa aku pandang...
Dari utara udara berlari
melibas lembut lamun wajah ini
berbisik tentang cinta seorang dewi
tak terbatas...desirnya di telinga
tak terganti...bisiknya lewat hati
kemana ku harus pergi?
sedang ku punya cintaku sendiri...
melayang bak layang-layang tenang
berjuang melawan berlapis awan
berjuang agar bisa aku pandang...
Dari utara udara berlari
melibas lembut lamun wajah ini
berbisik tentang cinta seorang dewi
tak terbatas...desirnya di telinga
tak terganti...bisiknya lewat hati
kemana ku harus pergi?
sedang ku punya cintaku sendiri...
21 June 2013
Seorang Hawa
Binar mata pandangan itu
lelapkan aku di benua syahdu
mengilusi raga dengan warna coklatnya
terbangkan jiwa ke langit surga
mengapa pada cahaya matanya
ia ciptakan sebuah karya
kan hadir suasana bunga di Skagit Valley
seketika saat ia mulai berkata-kata
terhipnotis aku pada gerak bibirnya
tak terkecuali nirwana juga ingin mengecupnya
mengapa harus pada senyum dan tawanya
lewat seorang hawa
sang pencipta pamerkan karya indahnya
lelapkan aku di benua syahdu
mengilusi raga dengan warna coklatnya
terbangkan jiwa ke langit surga
mengapa pada cahaya matanya
ia ciptakan sebuah karya
kan hadir suasana bunga di Skagit Valley
seketika saat ia mulai berkata-kata
terhipnotis aku pada gerak bibirnya
tak terkecuali nirwana juga ingin mengecupnya
mengapa harus pada senyum dan tawanya
lewat seorang hawa
sang pencipta pamerkan karya indahnya
13 June 2013
...bosan
Titik ini mulai berubah warna
crayon tak lagi berguna
tawa hanyalah tawa
tak lagi sama, diam apalagi.
dimana sepatuku?
aku ingin pergi ke tangga itu
biar aku lebih tinggi
biar kulihat lebih banyak lagi
biar crayon itu berguna kembali
biar mataku tak marah
melihat yang selalu sama
senja nanti ku masih di sini
segera ku tak kan datang lagi
pada suatu mentari nanti
04 January 2013
Hujan...
Hujan...
by Sandy A.
Air turun perlahan
hancurkan senyum yang mulai terdaki
Kaca berembun semua
dingin menginvasi tulang-tulang ini
Kopi mendingin sendiri
tanpa makanan kecil sudi menemani
Di pojok gelap itu aku menatap
tak ada apapun menghiasi
hanya kucing meringkuk di kursi reot
hujan semakin bernyanyi
tak menghiburku sama sekali
kubawa mata ke batas langit
mencari bintang yang berkelip
satupun tak ku temukan
Hujan telah membantainya malam ini
Air basahi kaki yang telanjang
butiran pasir mulai lembab
aku diraba air bersama angin
paksa ku menyerah bertahan di sini
di teras lantai atas gedung kotor ini
31 December 2012
Akhir Sebuah Sesi
Akhir Sebuah Sesi
by Sandy A.
Akhir sesi ini buat semua menari-nari
Gerimis hanya pagar yang kan kita terjang
Kita kan berdansa hingga Mentari tiba
Senang jadi tujuan malam nanti
Resolusi dikibarkan di puncak tertinggi
Asap kendaraan hiasi ruas jalan
Kan kita buang terbatasnya energi alam
Kan kita tiup keras terompet kertas
Kemudian kita lelah menatap ke langit
Nikmati berjuta Uang terbakar di udara
Menarik nafas agar bisa berteriak lebih keras
Welcome 2013!!
Langit tak lagi gemerlap, kita pergi..
bercengkrama dengan mereka di sana
acuh berjalan tinggalkan sampah yang tercipta
jalani sesi baru yang sejenak lalu datang
Dan separuh hari pertama kita habiskan di pulau mimpi
Sama seperti sebelumnya..
Kita puas!
Kita biarkan gelandangan memungut nasi di jalanan!
Kita tak peduli pada mereka di sana!
Kita telah bakar berjuta di udara!
Kita terbangkan uang yang kita punya di sana!
atau sebaiknya kita bantu mereka dengan yang kita punya?
by Sandy A.
Akhir sesi ini buat semua menari-nari
Gerimis hanya pagar yang kan kita terjang
Kita kan berdansa hingga Mentari tiba
Senang jadi tujuan malam nanti
Resolusi dikibarkan di puncak tertinggi
Asap kendaraan hiasi ruas jalan
Kan kita buang terbatasnya energi alam
Kan kita tiup keras terompet kertas
Kemudian kita lelah menatap ke langit
Nikmati berjuta Uang terbakar di udara
Menarik nafas agar bisa berteriak lebih keras
Welcome 2013!!
Langit tak lagi gemerlap, kita pergi..
bercengkrama dengan mereka di sana
acuh berjalan tinggalkan sampah yang tercipta
jalani sesi baru yang sejenak lalu datang
Dan separuh hari pertama kita habiskan di pulau mimpi
Sama seperti sebelumnya..
Kita puas!
Kita biarkan gelandangan memungut nasi di jalanan!
Kita tak peduli pada mereka di sana!
Kita telah bakar berjuta di udara!
Kita terbangkan uang yang kita punya di sana!
atau sebaiknya kita bantu mereka dengan yang kita punya?
01 September 2012
Untukmu Kawan
by Sandy A
Terasa lama aku tak di situ
tempat aku tertawa lepas
bersama secangkir kopi panas
yang kita nikmati bersama
Ingatkah janji kita kawan
saat emas melumuri nanti
ketika mimpi behasil kalian raih
ingatlah tuk kembali duduk di sini
tempat kita berbagi secangkir kopi
saat emas melumuri nanti
ketika mimpi behasil kalian raih
ingatlah tuk kembali duduk di sini
tempat kita berbagi secangkir kopi
Demi canda tawa yang kan kalian bagi
demi sebuah rahasia yang kan kalian buka
demi air mata yang mungkin kalian kan perlihatkan
kan ku sempatkan tuk datang menghampiri
walau tak ada secangkir kopi tuk kita bagi
13 August 2012
Cahaya Pagi
Cahaya Pagi
by Sandy Arjuni
Aku bahkan belum menilik mentari
sinarnya belum membasuh kulit ini
Senin yang banyak mereka benci
seperti kisah anak tiri dari tujuh nama hari
Tersenyum dengan hati yang was-was
bagaimana mungkin sinar itu menusuk rusuk
membuat ku terperanjak di kerumunan sepi
menggeliat dan menampar dirimu sang cahaya pagi
yang masih tersembunyi di balik atap rumahmu sendiri
sungguh menggangguku pagi buta ini!
Aku dibunuh di persimpangan
kaki ini terantai untuk melangkah
semua jalan terasa cukup indah
namun sebuah cahaya masih misteri
ingin ku berlari menangkapnya!
Bagaimana mungkin jika rantai ini masih mengerat kaki?
by Sandy Arjuni
Aku bahkan belum menilik mentari
sinarnya belum membasuh kulit ini
Senin yang banyak mereka benci
seperti kisah anak tiri dari tujuh nama hari
Tersenyum dengan hati yang was-was
bagaimana mungkin sinar itu menusuk rusuk
membuat ku terperanjak di kerumunan sepi
menggeliat dan menampar dirimu sang cahaya pagi
yang masih tersembunyi di balik atap rumahmu sendiri
sungguh menggangguku pagi buta ini!
Aku dibunuh di persimpangan
kaki ini terantai untuk melangkah
semua jalan terasa cukup indah
namun sebuah cahaya masih misteri
ingin ku berlari menangkapnya!
Bagaimana mungkin jika rantai ini masih mengerat kaki?
24 March 2012
Lihatlah dia...
Lihatlah dia...
by Sandy
Lihatlah dia...
Tertunduk dengan mata hujan
Tersedu dengan rasa kacau balau di dadanya
Mendengar seruan teman yang tak ia dengarkan
Menipu diri dengan senyuman mata merah
Aku tetap bersila menikmati ayam bakarku
Sesekali melihat air matanya tak sempat jatuh ke lantai
Bukan karna ku tak peduli atau tak sanggup menenangkannya
Aku hanya ingin ia menikmati sakitnya karna ia tak mampu
Tak berani memuntahkan Cinta yang lama bersemayam diperutnya
Pada pangeran tak berkuda dihatinya
Lihatlah dia...
Miris melihat seorang Pria bercengkrama dengan Wanita di sampingnya
Lihatlah dia...
Miris melihat seorang Pria bercengkrama dengan Wanita di sampingnya
Cemburu dijadikannya selimut dari udara nol derajat
Pengamen iringi hati terbakarnya dengan lagu patah hati
Luluh lantakan segenap harapan Cintanya
Aku bersila menikmati makan malamku di saung itu
Sesekali melihat matanya yang masih sanggup membendung hujan
Bukan karna ku tak peduli atau tak sanggup menghiburnya
Aku hanya ingin ia belajar dari rasa sakitnya sendiri!
Pengamen iringi hati terbakarnya dengan lagu patah hati
Luluh lantakan segenap harapan Cintanya
Aku bersila menikmati makan malamku di saung itu
Sesekali melihat matanya yang masih sanggup membendung hujan
Bukan karna ku tak peduli atau tak sanggup menghiburnya
Aku hanya ingin ia belajar dari rasa sakitnya sendiri!
Belajar untuk tidak menyiksa diri...
Cinta harus diterjemahkan sebelum mengalir air mata
Lemparkan dengan berani kepada yang belum tentu membalasnya
Cinta hanya akan membusuk dan tak berbunga jika hanya menunggu
Menunggunya menikmati Cinta yang lain...
Cinta hanya akan membusuk dan tak berbunga jika hanya menunggu
Menunggunya menikmati Cinta yang lain...
Kita diberi waktu...
Tak ada waktu yang tepat untuk ungkapkan Cinta! Kecuali Secepatnya...
07 July 2011
Suara sore ini
Suara sore ini
by sandy arjuni
Tembok kusam di depanku
Televisi berbicara sendiri
Dibalik jendela mereka berbicara
Suara knalpot ramai di jalanan
Inilah suasana sore ini
yang tergambar dari dalam kamar
Dari balik selimut yang tak terlalu wangi
Diri ini berbaring merasakan dingin
Menanti senja bernyanyi
by sandy arjuni
Tembok kusam di depanku
Televisi berbicara sendiri
Dibalik jendela mereka berbicara
Suara knalpot ramai di jalanan
Inilah suasana sore ini
yang tergambar dari dalam kamar
Dari balik selimut yang tak terlalu wangi
Diri ini berbaring merasakan dingin
Menanti senja bernyanyi
03 May 2011
Gaduh (tentang malam ini)
Gaduh
by sandy arjuni
Gaduh ricuh tak bernada
semua seperti sama sesatnya
tak satupun malam terlihat peduli
tentang yang terjadi diruang bodoh ini
Yang diam tetap tediam
yang menatap kaca tetap berkaca
televisi berbicara sendiri
nyamuk-nyamuk berpesta di kaki
Buku-buku tetap tebuka
berserak dimana-mana
kepala sudah tak sanggup mencerna
saat mulut tetap berguman membaca
Gaduh ricuh tak bernada
tetap gaduh..
masih gaduh..
seperti bencana nada
by sandy arjuni
Gaduh ricuh tak bernadasemua seperti sama sesatnya
tak satupun malam terlihat peduli
tentang yang terjadi diruang bodoh ini
Yang diam tetap tediam
yang menatap kaca tetap berkaca
televisi berbicara sendiri
nyamuk-nyamuk berpesta di kaki
Buku-buku tetap tebuka
berserak dimana-mana
kepala sudah tak sanggup mencerna
saat mulut tetap berguman membaca
Gaduh ricuh tak bernada
tetap gaduh..
masih gaduh..
seperti bencana nada
26 March 2011
Gani Anak SD & Kisruh PSSI
Kisrah-kisruh PSSI yang belakangan banyak muncul di TV ternyata gak cuma dimengerti sama kalangan dewasa aja,ternyata anak-anak pun ikut kesal sama hal itu..
Saya kaget ketika adik saya yang masih SD tiba-tiba nunjukin hasil karya dia..Puisi tentang Nurdin Halid yang dia buat sendiri.
Yahh...meski ada kalimat yang gak sesuai tapi puisi ini cukup mengejutkan saya. Begini Puisinya:
Dari jawaban adik saya itu kemudian saya berfikir...
Memang bagus sih kalo guru ngasih tugas ke muridnya untuk buat sebuah puisi dan gak salah juga kalo temanya ditentukan.
Tapi kenapa temanya harus tentang Kisruh PSSI ya??
Bukankah masalah-masalah semacam itu belum waktunya untuk dipikirin sama anak SD? Terlalu Berat menurut saya.
Jenjang Sekolah Dasar Seharusnya diberikan tugas yang Fun sesuai dengan Usia mereka.Supaya mereka merasa bahwa Sekolah adalah hal yang mengasikan.
Ada waktunya mereka "perlu" tau dan memikirkan tentang masalah2 seperti itu tadi.
Saya kaget ketika adik saya yang masih SD tiba-tiba nunjukin hasil karya dia..Puisi tentang Nurdin Halid yang dia buat sendiri.
Yahh...meski ada kalimat yang gak sesuai tapi puisi ini cukup mengejutkan saya. Begini Puisinya:
Waktu saya tanya kenapa dia bikin puisi tentang itu? Dia bilang itu tugas bahasa Indonesia dari Pak Guru yang tema-nya emang udah ditentukan.Nurdin Halid
by Gani Nur Majid
Nurdin Halid...Kau telah menginjak-injak PSSISemenjak engkau menjadi ketua PSSIIndonesia selalu kalah melawan malaysia
Malaysia empat sedangkan Indonesia dua kosongNurdin Halid kau harus turun dari bangku PSSIKau tak pantas jadi ketua PSSIWaktunya enghkau harus turun!
Gonzales,Nasuha,Arif,Irfan Bachdim,RidwanMereka selalu berjuang mati-matianSedangkan kau bersantai-santaiAku benci padamu Nurdin Halid!
Dari jawaban adik saya itu kemudian saya berfikir...
Memang bagus sih kalo guru ngasih tugas ke muridnya untuk buat sebuah puisi dan gak salah juga kalo temanya ditentukan.
Tapi kenapa temanya harus tentang Kisruh PSSI ya??
Bukankah masalah-masalah semacam itu belum waktunya untuk dipikirin sama anak SD? Terlalu Berat menurut saya.
Jenjang Sekolah Dasar Seharusnya diberikan tugas yang Fun sesuai dengan Usia mereka.Supaya mereka merasa bahwa Sekolah adalah hal yang mengasikan.
Ada waktunya mereka "perlu" tau dan memikirkan tentang masalah2 seperti itu tadi.
16 February 2011
Di Antara Gelap
Di Antara Gelap
by sandy arjuni
Berdiri disini sendiri...
di padang pasir tak berpasir
tak bersama hanya sendiri
di tengah ramai bunyi tanpa nada
aku berdiri disini sendiri
tidak sedang dijamah sepi
Enggan menari dibawah bulan
hanya ingin bersekolah dengan alam
dengan selimut udara yang merusuk
untuk mengerti maksud hidup
yang warnanya kadang menyiksa
Menyadari gelap meraba mata
meski di atas bintang masih bertanya
mengapa manusia datang pada lainnya
berharap didengar nyanyian sedihnya
dan diam meninggalkan sesamanya
ketika bahagia menghujani kepala kerasnya
di padang pasir tak berpasir
tak bersama hanya sendiri
di tengah ramai bunyi tanpa nada
aku berdiri disini sendiri
tidak sedang dijamah sepi
Enggan menari dibawah bulan
hanya ingin bersekolah dengan alam
dengan selimut udara yang merusuk
untuk mengerti maksud hidup
yang warnanya kadang menyiksa
Menyadari gelap meraba mata
meski di atas bintang masih bertanya
mengapa manusia datang pada lainnya
berharap didengar nyanyian sedihnya
dan diam meninggalkan sesamanya
ketika bahagia menghujani kepala kerasnya
12 February 2011
Gila tuk Menunggu
Gila tuk Menunggu
by sandy arjuni
Disamping lilin ku berbaring
menatap cahayanya yang berkedip
terangi malam tak indah ini
menjadi saksi khayalan sunyi
tentang mentari yang kunanti..
Hujan mendera tanpa tanda
diantara atap gemerciknya bernyanyi
dan dingin pun datang tanpa ampun
menembus selimut ditubuh ini
bekukan ujung jemari kaki..
Tak kusadari bayangku mengikutiku
Menatap saat ku tatap
bergerak saat ku bergerak
mematung saat ku diam
dan dibelakangku saat lilin didepanku..
Aku mulai gila untuk menunggu
menunggu lampu menyala lagi
menunggu hujan berhenti
menunggu mentari terbit esok pagi..
by sandy arjuni
Disamping lilin ku berbaring
menatap cahayanya yang berkedip
terangi malam tak indah ini
menjadi saksi khayalan sunyi
tentang mentari yang kunanti..
Hujan mendera tanpa tanda
diantara atap gemerciknya bernyanyi
dan dingin pun datang tanpa ampun
menembus selimut ditubuh ini
bekukan ujung jemari kaki..
Tak kusadari bayangku mengikutiku
Menatap saat ku tatap
bergerak saat ku bergerak
mematung saat ku diam
dan dibelakangku saat lilin didepanku..
Aku mulai gila untuk menunggu
menunggu lampu menyala lagi
menunggu hujan berhenti
menunggu mentari terbit esok pagi..
11 February 2011
Best Poem From African Kid...
Kali ini gue bakal Share Sebuah Puisi yang dibuat sama seorang anak dari Afrika yang gue sendiri gak tau namanya. Dan untuk seorang anak kecil, karyanya ini bener-bener dahsyat! ampe bikin w tergeleng-geleng n angguk-angguk kaya lagunya Project Pop! ckckck...
Puisi ini juga pernah dinominasikan oleh UN sebagai puisi terbaik tahun 2006 kemaren..
langsung aja Cekidot...
When I born, I black
When I grow up, I black
When I go in Sun, I black
When I scared, I black
When I sick, I black
And when I die, I still black
And you white fellow
When you born, you pink
When you grow up, you white
When you go in sun, you red
When you cold, you blue
When you scared, you yellow
When you sick, you green
And when! You die , you gray
And you calling me colored?
When I grow up, I black
When I go in Sun, I black
When I scared, I black
When I sick, I black
And when I die, I still black
And you white fellow
When you born, you pink
When you grow up, you white
When you go in sun, you red
When you cold, you blue
When you scared, you yellow
When you sick, you green
And when! You die , you gray
And you calling me colored?
Gumana Dahsyat Kan??!! hehehe...
22 January 2011
Berkepala Dua
Berkepala Dua
by sandy arjuni
Akhirnya datang juga...
suatu masa saat aku menjadi kepala dua
saat ia mempercayaiku untuk hidup sekian lama
Benar adanya jika mereka bilang dialah sang maha segalanya
sang maha pemberi hidup walau manusia tidak dijalannya
sang pemberi udara meski manusia tak menjaganya
Sang maha dari segala maha yang ada
Milyaran Jam yang berlalu telah menjadi bumbungan dosa
Jutaan menit terlewatkan tanpa menyebut nama pencipta
Dan menghabiskan enam puluh detik tanpa malu memohon padanya
Sungguh aneh prilaku mahluknya yang hidup nyata
hanya membuat sesak sang bumi dengan jutaan kubik air kotornya
Aku berbicara soal gelap tapi ini bukan soal malam
Ini soal warna hitam yang berhasil menjelajahi putihnya hati
Aku berbicara soal cahaya tapi ini bukan soal matahari
Ini soal sedikit kebaikan yang tak satu iblis pun tahu
Ini soal sinar yang muncul dari susunan kata terimakasih...
Kata Hatiku SoaL Aku
by Sandy Arjuni
Malam ini tidak sunyi
tp aku merasa sendiri disini
di ruang dengan musik yang bising
di depan layar notebook yang menatapku tanpa berkedip
menarikan jari di banyak tombol huruf dan angka
tak mengerti apa yang kutulis...
aku hanya merasa pintar diantara yang bodoh
aku tak mau mereka lebih bodoh karena bicaraku bodoh..
aku orang berpendidikan tapi aku tak gila ilmu
aku orang kampung tapi aku tak mau otakku kampungan
aku suka berkomentar tapi tak suka banyak diberi komentar
aku berdiri diatas pemikiranku bukan dibawah perkataan guru atau dosenku..
aku pemuda beragama tapi tak banyak tau soal agama
yang aku tau aku tak boleh berbohong sebab itu dosa
dan aku pernah tidak jujur pada orang tuaku..
aku juga tau jika berzinah itu tidak boleh
dan aku pernah mencium kekasihku dengan mesra..
Minuman beralkohol juga dilarang agamaku
dan aku pernah mabuk dibuatnya bersama kawan-kawan ku..
Menyayat hati yang lain dengan lidahku
Cuma itu yang tak ingin kulakukan..
Parade Orang Miskin
Parade Orang Miskin
by sandy arjuni
Parade orang miskin bertaburan
Memungut sampah karya hartawan
Bermodal kantong besar tambalan
Memungut nasi bekas dijalanan
Berharap siang bisa beli makan
Parade orang miskin bertebaran
Bersenjata gitar dipersimpangan jalan
Nyanyikan Lagu milik sang pangeran
Mengangkat topi kumpulkan recehan
Berharap siang bisa beli makan
Parade orang miskin berserakan
Bermodal selendang dan mangkuk ditangan
Hampiri mobil di lampu merah jalanan
Wajahnya sedih memohon uluran
Berharap siang bisa beli makan
Parade orang miskin berhamburan
Tiap hari penuhi jalanan
Berharap siang mampu beli makan...
Sedih..
Sedih
By sandy arjuni
Sedih..
ini bukan hanya tentang merapi
Ini tentang kesedihan yang ada diseluruh kulit bumi yg tua ini
Dimana kita menjalani kehidupan yang tak lama lg mati
Yang tak lama lagi melayang seperti jutaan abu
diterpa angin tak berarah ke penjuru dunia yang menyala..
Kecewa..
Sebab di bumi cinta tumbuh tak sesubur kebencian
Manusia saling terjang dan tendang
Layaknya uang telah dinobatkan sebagai tuhan dari segala tuhan..
Bingung..
karna yg hidup mulai susah tuk membedakan
Mana kawan yg lawan..
Mana lawan yg kawan..
Dan mana yang harus dilawan..
Bahagia..
Sebab ada orang beriman yang tak bertaqwa berkata..
Dunia ini hanya sementara..
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)



