13 Juli 2013

Fiksimini, Fiksi yang Mungil

Sumer Gambar
Pernah kalian dengar tentang Fiksimini?
Saya sendiri belum lama tahu soal jenis sastra yang satu ini, mulanya berselancar membaca cerpen di beberapa blog, hingga saya menemukan tulisan tentang fiksimini di blog milik Agus Noor. Fiksimini merupakan sebuah cerita pendek/mungil, tentunya berbeda dengan Cerpen sebab pada Fiksimini alur dan akhir ceritanya justru diserahkan kepada imajinasi pembacanya. Karena kebebasan pembaca dalam menghayalkan ceritanya, maka (kemungkinan besar) akan ada perbedaan dari penulis dan pembaca dalam menafsirkannya.

Pada akhirnya saya pun tertarik untuk membuat Fiksimini sendiri, Mulai berimajinasi dan menuangkannya. Sekarang silahkan giliran kalian yang berimajinasi, menghayalkan kiranya apa yang sedang terjadi dengan membaca beberapa Fiksimini berikut ini :

Di Sebuah Putaran Jalan Raya
Mobil semakin mengular. Prit priiit "Terus pak...yak yak terimakasih," ia terima uang ribuan. Tak jauh dari situ ada Pos dan Polisi Tidur.

Teras Cafe

Mulutmu tak berhenti bicara, di parasmu hujan semakin deras jatuhnya, Jemari lentikmu mendarat di pipiku - Memang salahku.

Anak Pertama
RUMAH BERSALIN - "Bu Bidan, Jangan dikeluarkan dulu, Bapaknya belum ketemu".

Sebentar Lagi Lebaran
Bulan Ramadhan, "Bilang ke yang lain, selepas Ashar nanti ditunggu Kepala Stasiun di ruangannya," pesan seorang calo kepada temannya.

Pernikahan Orang Tercinta
Ia percaya kalau jodoh pasti bertemu di pelaminan. Kali ini ia benar di samping Felicia, fotografer sibuk mengatur pose mereka. Ia menjabat Felicia - Selamat ya.

dan ini ada satu Fiksimini karya sabahat saya yang namanya persis sama indahnya dengan ibu kota Austria, Vienna.

Rindu
Angin malam berbisik padaku, "Aku rindu kau". Nyatanya kau tak pernah berhubungan dengan udara. Aku yakin itu pasti orang lain.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Komentarmu Menunjukan Kualitasmu di Dunia Maya (^_^)

Sandy Corat-coret! © 2012 | Created by Sandy A. | Powered by Blogger.com